Attack On Titan: Kebenaran itu Pahit

Saya suka sekali menonton anime Attack on Titan. Ada banyak sekali pelajaran berharga yang bisa diambil. Bukan hanya tentang persahabatan atau pengorbanan tapi juga tentang kemanusiaan.

Di dunia Attack on Titan, dikisahkan seluruh umat manusia yang tersisa di muka bumi tinggal di pulau terpencil. Pulau itu dikelilingi oleh tiga dinding tinggi: dinding Maria, dinding Rose, dan dinding Shina, untuk melindungi umat manusia dari serangan Titan (raksasa) yang berada di dunia luar dinding. Jika saja ada satu Titan yang berhasil menerobos dinding, umat manusia berada di tanduk kepunahan.

Selama 100 tahun, konon manusia terlihat hidup “bahagia” di dalam dinding. Padahal di dalam masing-masing dada mereka menyembul perasaan cemas yang selalu mengganggu tidur. Sejatinya mereka hanyalah hewan ternak pengecut yang pelan-pelan dipotong dan disembelih oleh perasaan takut.

Dan benar saja, di hari baik bulan baik, tiba-tiba titan kolosal setinggi lima puluh meter dan armor titan yang penuh perisai menerjang gerbang distrik Shiganshina dan tembok Maria. Ratusan titan tak berakal berduyun-duyun memasuki dinding, memaksa perempuan dan anak-anak menjerit, memakan manusia-manusia yang tak bersalah, meregangkan nyawa mereka dengan cara yang paling buruk.

Manusia carut-marut hijrah ke dalam tembok Rose. Mereka berebut ruang tinggal dan bertikai untuk mendapatkan roti dan air. Pada hari-hari mencekam itu, lebih banyak manusia yang mati disantap manusia lain daripada disantap titan.

Mengapa titan menyerang manusia? Apakah benar tidak ada kehidupan manusia di luar tembok?

Jika dua pertanyaan ini disodorkan pada penduduk dalam tembok, mereka pasti tak bisa menjawabnya. Kalaupun bisa menjawab pasti jawaban itu berasal dari doktrin yang diragukan kebenarannya.

Seratus tahun yang lalu, pertikaian antara bangsa Eldia dan bangsa Marley mencapai puncaknya. Eldia saat itu memiliki dua shift titan, sementara Marley memiliki tujuh shift-titan. Marley yang saat itu memiliki kekuatan lebih besar dari Eldia memaksa Raja Fritz menyebrangkan umatnya ke pulau Paradise dan membangun tiga lapis tembok melingkari pulau. Lalu dengan kekuatan founding titan,

Facebook Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.